ke(tidak)percayaan
kata orang saya memiliki tingkat kepercayaan yang sangat rendah. sangat rendah. mungkin saja benar. itu sifat yang buruk? mungkin juga. susah sekali rasanya percaya pada staff ketika menjabat menjadi Kadiv Humas karena orang tersebut rasanya sulit sekali mendapat 1 kertas perizinan saja, padahal seandainya saja mereka bisa lebih sabar, tekun untuk nge-follow-up dan punya willingness yang besar terkait jobdesc mereka, maka bukan hal yang musatahil kan untuk mendapat perizinan tersebut, karena pada akhirnya saya toh mendapat perizinan tersebut ketika men-take over kerjaan mereka. sulit rasanya untuk menerima bahwa saya tidak bisa mempercayai teman saya sendiri lagi terkait amanah yang saya berikan untuk dia tidak dikerjakan secara tuntas. sukar sekali rasanya memahami mengapa seseorang menunda tugas yang secara jelas dan mudah ditugaskan kepada dirinya. standar saya terhadap suatu pekerjaan memang tinggi, lalu kenapa? oleh karena itu jangan biarkan saya memimpin, anda menyesal nantinya memegang amanah yang sudah saya sematkan kepercayaan di dalamnya. menyesal karena saya evaluator yang bisa membuat hati dan otak seseorang sakit jika mereka tidak mampu menjaga kepercayaan tersebut-oh iya ini hanya berlaku bagi mereka yang memang masih punya hati saja- menjadi Project Officer 2 kali benar-benar trial bagi saya untuk setidaknya bisa percaya dengan pekerjaan seseorang tanpa harus terlibat di dalamnya. belajar untuk bisa tersenyum dan menghargai hasil kerja seseorang walaupun masih di bawah standar semestinya atau sekedar belajar untuk bisa menerima keterlambatan seseorang lalu mengingatkan kembali untuk dibenahi. Jika dahulu saya tidak mungkin bisa memberikan kesempatan kedua bagi seseorang yang melakukan kesalahan atau hanya suka bekerjasama dengan tim kecil, tidak mungkin bisa begitu ketika menjadi Director. menjadi director adalah tentang berani percaya membuat teamwork yang besar untuk mencapai tujuan. menjadi director adalah tentang mengatasi rasa deg-degan apakah suatu pekerjaan benar-benar bisa dilakukan oleh staff paling bawah. menjadi director adalah tentang menaruh kepercayaan kepada para Chief dan Coordinator untuk membiarkan mereka melakukan pekerjaan teknis. karena ternyata menjadi director adalah tentang menitipkan kepercayaan terhadap manusia-manusia pilihan. dan allhamdulilah sampai saat ini mereka belum sanggup mengecewakan saya menjadi seorang director. karena mungkin saya percaya, jika percaya akan suatu hal, maka Tuhan akan menunjukan bahwa itu memang benar adanya untuk dilakukan. dan berlaku sebaliknya, atau Tuhan akan menunjukan secepatnya bahwa kita tidak pantas mempercayai seseorang tersebut. jika hal terakhir itu memang terjadi, maka anda mati bagi saya. maaf.